Karimun

Keluarga Jenazah yang Tersandera 2 Minggu di Malaysia, Dapat Bantuan Bupati Karimun

Bupati Karimun Aunur Rafiq saat mengunjungi keluarga Jaminah Linda di Kundur.

KARIMUN, POSMETRO.CO : Kabar meninggalnya Warga Kundur di Malaysia atas nama Jaminah Linda (43), mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun. Informasi yang dihimpun sudah 13 hari jenazah belum dapat dipulangkan ke kampung halaman di Tanjungbatu, Kabupaten Karimun.

Informasi dihimpun sebelumnya seorang warga Tanjungbatu Kabupaten Karimun bernama Jaminah Linda menjadi korban pembunuhan di Malaysia pada 10 Juli 2019 lalu. Hingga saat ini pihak keluarga mengalami kesulitan untuk membiayai pemulangan jenazah alamrhumah. Korban yang ditemukan tewas bersimbah darah di atas kasur di rumah kontrakannya di Malaysia tersebut, belum mendapatkan kepastian untuk di pulangkan ke Kundur Utara.

Permasalahan kondisi ekonomi keluarga yang sulit juga menjadi penyebabnya, pasalnya keluarga korban tak mampu untuk berangkat ke Malaysia untuk mengurus jenazah korban.

Apalagi korban selama ini merupakan tulang punggung dalam keluarganya. Permasalahan ini pun sempat diungah ke mediasosial demi mendapatkan bantuan, guna meringankan beban keluarganya untuk kepulangan jenazah almarhumah. Tak ada yang lain diinginkanya selain membawa pulang jenazah almarhum untuk di kebumikan di kampung halamanya.

Kabar tersebut pun langsung di tanggapi Bupati Karimun Aunur Rafiq, dan pada Selasa (23/7/2019), Rafiq langsung mengunjungi Rumah keluarga Jaminah Linda.

Kedatangan Rafiq di rumah kediaman almarhumah yang berada di Kecamatan Kundur Utara, semata-mata terkait sejauh mana permasalahan jenazah almarhumah Jaminah yang belum dikebumikan dan masih berada di Rumah Sakit di Malaysia.

Dalam kesempatan itu juga Rafiq memberi bantuan kepada dua perwakilan keluarg,a untuk berangkat ke Malaysia agar dapat mengurus permasalahan disana,
Rafiq juga sudah berkordinasi dengan pihak KBRI untuk penyelasaian jenazah agar dapat dikebumikan secepatnya.

“Kita coba lakukan kordinasi dengan KBRI di Malaysia untuk melakukan pemulangan jenazah dan mengetahui pasti kronologi kejadian dan permasalahanya hingga belum di bisa di pulangkan ke Kundur Utara hingga saat ini,” papar Rafiq.(ria)