Metro Kepri

Calon dalam Pilkada Serentak Harus Berjiwa Pacasilais

Imanta Ginting

BATAM, POSMETRO.CO:  Pemilihan kepala Daerah (Pilkada) serentak yang digelar pada tahun 2020 mendatang mulai menggeliat. Figur-figur yang bertanding baik di pemilihan Gubernur (Pilgub) maupun pemilihan Walikota (Pilwako) maupun pemilihan Bupati (Pilbup), mulai mencuat ke permukaan seiring makin dekatnya pelaksanaan kontestasi tersebut.

Sekretaris Jenderal Jokowi Centre, Imanta Ginting mengatakan figur yang bertarung pada Pilkada tahun 2020 mendatang harus Pancasilais sejati. Hal tersebut menjadi penting dalam rangka menjaga tetap tegaknya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Ke depan dalam kontestasi pilkada dan pemilu, jangan sampai ada kandidat yang tidak Pancasilais. Sudah sepantasnya partai sebagai alat penyaringan dari calon calon kepala Daerah yang tidak pro NKRI,” ujar Imanta Ginting dalam rilisnya, beberapa hari lalu.

Sebagai negara berdaulat yang berlandaskan Pancasila, Imanta menegaskan tidak boleh ada satu orang pun di republik ini yang boleh bertentangan dengan Pancasila, khususnya dalam kehidupan berbangsa dan negara apalagi seorang kepala daerah.

Mantan aktivis Mahasiswa GMKI ini mengungkapkan, bahwa sangat berbahaya sekali jika sampai pimpinan di daerah daerah sudah terpapar paham radikal, apalagi jika pernah tergabung dengan organisasi terlarang seperti HTI yang sudah jelas jelas mau mengganti dasar negara menjadi negara Khilafah.

Menurutnya, hal ini tentu saja tidak boleh terjadi, sebab Indonesia adalah negara besar yang berdaulat dan terdiri dari beragam suku bangsa, agama dan kepercayaan jauh hari sebelum Indonesia Merdeka.

“Jadi Pancasila sebagai Dasar dan Landasan Hukum sudah Final yang sudah disepakati oleh para pendiri Bangsa. Untuk itu kami sangat berharap dan mengusulkan kepada pengurus partai politik di Indonesia, agar sangat hati hati dalam memilih dan menetapkan kandidat kepala daerah yang mau di usung dalam pilkada serentak tahun 2020 ini. Karna sangat mungkin kelompok kelompok radikal atau eks organisasi terlarang yang selama ini berusaha menggerogoti kedaulatan kita, akan melakukan upaya upaya penyusupan dengan menunggangi pilkada serentak,” ujarnnya. (hda)