Bisnis

75 Pelaku Bisnis Kreatif di Batam, Dapat Daftar HKI Gratis

posmetro/hbb

BATAM, POSMETRO.CO : Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), menargetkan 75 pelaku kreatif di Batam, difasilitasi mendaftar Hak Kekayaan Intelektual (HKI) secara gratis.

Hal ini ditegaskan Deputi Fasiltasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi Bekraf, Ari Juliano Gema di Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam, Kamis (20/6).

“Target 75 ini melalui pertimbangan dan disesuaikan dengan anggaran dan SDM yang ada. Kita bekerjasama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, kedepannya kita melihat kebutuhan lagi. Jika ada permintaan, kita akan menambahi,” ujarnya.

Ia mengatakan, tujuan program ini untuk meningkatkan kesadaran dan jumlah pelaku ekonomi kreatif memiliki HKI atas produk yang diproduksi. Sehingga pihaknya menggelar kegiatan sosialisasi ini karena rendahnya tingkat pendaftaran HKI yang dilakukan oleh pelaku ekonomi.

“Selama 3 tahun Bekraf selalu melakukan evaluasi di Kota/Kabupaten yang telah mendaftar HKI. Kita terus tingkatkan pelaku kreatif mulai dari merek dan desain industri. Sehingga masyarakat mandiri, kami selalu berikan pendamping dari pusat,” ulas Ari.

Ari mengatakan, kekayaan intelektual yang dapat difasilitasi untuk didaftarkan melalui kegiatan, antara lain hak cipta, merek, dan desain industri. Ari menyebutkan, Kota Batam merupakan kota kelima pelaksanaan sosialisasi dan fasilitasi pendaftaran HKI setelah Gorontalo.

“Batam sudah dua kali kita fasilitasi mendaftar HKI. Tahun 2017 lalu ada 83 pelaku kreatif yang terdaftar. Tahun ini 75 pelaku yang kita fasilitasi. Tapi kalau koata tak terpenuhi dari 620 dari delapan kota, Batam bisa dapat koata lagi” sebutnya.

Ia juga melihat Batam sebagai lokasi yang strategis, karena berbatasan dengan Singapura. Sehingga, menjadi keuntungan tersendiri bagi Batam dalam mengembangkan produk kreatif.

Untuk target pendaftaran HKI di Batam adalah 30 dari pelaku UMKM binaan dinas dan 45 pelaku kreatif, yang tergabung dalam komunitas.

Di lokasi yang sama Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad menuturkan Pemerintah Kota Batam sangat mengapresiasikan kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan Bekraf dan UNS. Karena ini merunjuk kepada MoU antara Pemko Batam dan Badan Kreatif (Bekraf) waktu lalu.

“Terkandang tidak perlu ramai menghadiri sosialisasi acara ini. Alhamdulillah, kepersertaan saya lihat hadir itu paling penting. Semua komunitas pelaku kreatif harus sadar dan menfaatkan dengan mengurus HKI ini,” imbau

Kata Amsakar, persoalan yang sering dialami pelaku usaha UKM ini adalah packing atau pengemasan, lalu modal, distribusi penjualan produk, pemahaman kesadaran HKI UMKM relatif rendah. Dari itu sebutnya perlu ada pemahaman HKI untuk pelaku kreatif. Karena saat ini Batam menuju Kota Pariwisata.

“Kegiatan ini ada nilai tambahnya bagi UKM di Batam. Artinya jika ada HKI tentu produknya memiliki nilai ekonomi. Kalau rancangan dan desain tidak diurus tentunya akan menjadi milik orang lain. Manfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya,” pungkas Amsakar. (hbb)