Metro Kepri

Saparuddin Muda : Konyol Kalau Saya Mau Meratakan Bawaslu

Saparuddin Muda

BATAM, POSMETRO.CO : Insiden terjadi di Bawaslu Batam antara tokoh dan Pendiri Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat), Saparuddin Muda dan salah seorang komisioner Bawaslu, Senin (20/5).

Insiden tersebut berujung dengan laporan Bosar Hasibuan merupakan komisioner Bawaslu, yang berseteru dengan Sapariddin Muda ke polisi.

Dari laporan tersebut disebutkan bahwa Saparuddin melakukan penamparan pada dirinya. Namun tuduhan tersebut dibantah oleh Saparuddin Muda.

”Pada saat kejadian saya sempat menyentuh pipinya, untuk mengingatkan dia (Bosar) agar ngomong jangan berlebihan dan sedikit sopan, jadi pemberitaan yang menyebutkan saya menampar itu tidak benar dan berlebihan,” ungkap Saparuddin kepada beberapa media di bilangan Batam Centre, Selasa (21/5) sore.

Diakui Sapar tindakan tersebut dilakukan spontan, dan ia emosi dengan sikap Bosar yang dinilainya lancang, dan terlalu sombong memvonis laporan dugaan pidana pemilu yang dilayangkan Perpat ke Bawaslu tidak jelas.

Ia juga menyesalkan apa yang disebutkan Bosar dalam beberapa media yang mengatakan, bahwa dirinya akan meratakan Bawaslu.

”Tak ada sedikit pun omongan saya yang menyebutkan akan meratakan Bawaslu, itu saya anggap tindakan konyol. Makanya saya ingin meluruskan ke media, bahwa berita yang tersebar saat ini terlalu berlebihan, saya akui memang saat itu berbicara dengan nada tinggi,” ujar Saparuddin.

Dari cerita Saparuddin, saat kejadian ia dan anggota Perpat mendatangi Kantor Bawaslu Batam untuk melakukan audiensi, tapi ternyata audiensi terpaksa diundur.

Karena beberapa hal, audiensi direncanakan diundur besok. Ia pun berniat pulang dengan diantar Ketua Bawaslu Kota Batam menuju Mobil.

“Begitu saya mau masuk mobil, saya melihat salah satu anggota saya sedang berdebat dengan Bosar,” terang Sapar.

Mendengar perdebatan tersebut, Saparudin kembali ke luar dari mobilnya dan langsung mendekati pada Bosar.

“Pak Reza (Ketua Bawaslu Batam) aja gak bikin statement, kok dia laju kali bikin statement, makanya saya tempel dia,” kata Sapar.

Ia lalu berkata kepada Bosar untuk tidak tebang pilih terhadap kasus yang masuk ke Bawaslu. “Yang jelas dijelaskan saja jangan yang jelas dikaburkan dan yang kabur dijelaskan,” katanya.

Pernyataan tersebut justru dibalas oleh Bosar jika kasus yang ditangani Bawaslu dari kasus yang masuk hanya kasus yang jelas dan dinilai sudah matang saja. Hal itulah membuat dirinya semakin emosi dan sempat ada kontak fisik dengan Bosar. (dye)