Metro Kepri

12 Jam di Lautan, 4 Pemancing Diselamatkan Basarnas Tanjungpinang

Evakuasi para pemancing setelah belasan jamterombang ambing di lautan. (posmetro/bet)

PINANG, POSMETRO.CO : Empat pemancing asal Kota Tanjungpinang terombang ambing selama 12 jam di atas sebuah pompong usai dihantam angin kencang pada Senin (20/5) sekitar pukul 22.00 WIB. Pompong yang ditumpangi empat orang laki-laki itu diketahui mengalami mati mesin dan hanyut hingga ke perairan pulau Cempedak, Kabupaten Bintan.

Keempat pemancing itu yakni Muhammad Zulfahmi (27), Muhammad Azlansyah (27), Yolan Ramanda (26) dan Endrik (36). Mereka yang diketahui merupakan warga Kota Tanjungpinang diselamat oleh tim SAR gabungan pada pukul 10.00 WIB, Selasa (21/5).

Kepala Kantor Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Tanjungpinang, Mu’min Maulana melalui Kepala Seksi Operasi, Eko Supriyanto mengatakan, bahwa pihaknya mendapatkan informasi adanya sebuah pompong nelayan yang mengalami mati mesin di sekitar pulau Cempedak, Kabupaten Bintan.

“Kita menerima informasi itu dari bapak Masakena, orang BPBD Kota Tanjungpinang sekitar pukul 07.10 WIB pagi tadi,” kata Eko.

Setelah mendapat laporan tersebut, kata Eko, pihaknya langsung bergegas mempersiapkan seluruh peralatan kebutuhan untuk berangkat melakukan pencarian terhadap keempat pemancing tersebut. Tim Basarnas Tanjungpinang menerjunkan satu unit kapal SAR RB 209 menuju ke lokasi kejadian.

Tak lama kemudian, tambah Eko, sekitar pukul 10.00 WIB tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur Polair Polres Bintan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan serta dibantu masyarakat setempat menemukan pompong keempat pemancing tersebut. Keempat pemancing itu ditemukan selamat diatas pompong tersebut.

“Setelah melakukan evakuasi menggunakan sekoci RB 209, pada pukul 10.30 WIB, korban langsung dibawa menuju ke pelabuhan masyarakat di Kijang (Bintan),” ungkapnya.(bet)