Tanjungpinang

Ratusan Penumpang dari Singapura Diperiksa Petugas Karantina Tanjungpinang

Pemeriksaan penumpang di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang. (posmetro/bet)

PINANG, POSMETRO.CO : Sejak Selasa (14/5) pagi, Petugas Karantina Kesehatan Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang melaksanakan pengecekan suhu badan terhadap sejumlah penumpang kapal yang datang dari Singapura. Kegiatan ini merupakan upaya pencegahan penyebaran virus Monkeypox atau cacar monyet masuk ke Indonesia.

Pantauan POSMETRO di pelabuhan Internasional SBP Tanjungpinang, petugas karantina kesehatan memasang sebuah alat pemantau suhu badan atau Thermal Scanner di pintu masuk ruangan pengecapan paspor penumpang yang datang dari luar negeri. Alat tersebut secara automatis mendeteksi suhu badan manusia.

Pada saat itu, petugas melaksanakan pengecekan suhu badan penumpang kapal Sindo Ferry dan kapal Wavemaster yang datang dari Singapura. Satu per satu penumpang yang turun dari kapal menjalani proses pemeriksaan secara automatis. Namun, ratusan penumpang itu tidak ada ditemukan suhu badannya melebihi 38 derajat celcius.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tanjungpinang, Agus Jamaluddin melalui Kepala Seksi Unit Kesehatan dan Lintas Wilayah (UKLW), Yoyok Dwi Santoso mengatakan, bahwa kegiatan yang dilakukan bersama aparat kepolisian itu merupakan salah satu upaya pencegahan masuknya virus Monkeypox ke Indonesia. Kegiatan serupa telah dimulai sejak Senin (13/5) kemarin.

“Di Tanjungpinang bagian dari wilayah kita yang cukup beresiko, sebenarnya Pemerintah Singapura sudah mengisolasi mereka, 1 orang kasus dan 23 orang yang kontak dengannya, namun demikian kita menerapkan kewaspadaan yang maksimal,” ujarnya.

Jika dalam pengawasan tersebut ada temuan, kata Yoyok, pihaknya akan memberikan pelayanan rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Thabib Tanjungpinang. RSUD ini merupakan rumah sakit yang telah bekerjasama dengan KKP Kelas II Tanjungpinang terkait penanganan seluruh pasien yang mengidap penyakit menular.

“Di kawasan Lagoi juga dilakukan hal yang sama, karena banyak turis datang. Ini bentuk kewaspadaan maksimal kita, dalam rangka melindungi masyarakat kita,” tuturnya.(bet)