Batam

IBA Jembatani Investor ke Batam

BATAM, POSMETRO.CO : International Business Association (IBA) Batam, saat ini gencar mendorong hubungan kerja antar pelaku usaha baik lokal maupun internasional untuk berinvestasi di Batam. Hal ini disampaikan Ketua IBA Batam, Shan Shan di Hotel Evitel Batam, Rabu (8/5).

“Keberadaan (IBA) ingin membantu perekonomian di Indonesia semakin baik khususnya Batam. Kami akan menjembati para investor untuk join,” ujar Shan Shan.

Ia mengatakan, tujuan dari IBA ini untuk menjaring para pengusaha menuju jaringan internasional. Para pengusaha yang menjadi anggota IBA akan mendapatkan keuntungan.

Karena IBA memiliki jaringan di luar negeri di enam negara seperti, Singapura, Malaysia, Taiwan, Vietnam, Myanmar, dan Philipina. Sehingga, konektivitas tersebut membawa angin segar investor masuk ke Indonesia.

“Hal ini sekaligus bisa bertukar informasi dan pengetahuan bisnis antara pengusaha dari luar negeri. Misalnya, invest apa yang bagus di Indonesia apakah itu medis, garment dan lainnya. Mereka (Insvestor) tinggal pilih,” jelasnya.

Shan Shan menyebutkan, IBA berdiri 1 Oktober tahun lalu, meskipun baru 6 bulan berjalan. Komunitas ini didukung oleh dewan pengawas dan penasihat yang berisikan para pengusaha Batam di berbagai sektor industri dan usaha serta pejabat pemerintahan.

“Kami kantornya di Batam, jadi kami fokusnya di sini dulu. Tapi tidak kemungkinan 34 provinsi juga akan kita ajak bekerjasama,” ucapnya.

Selain itu, IBA juga mempunyai program diantaranya memberikan bantuan dan pelatihan di berbagai bidang. Mulai dari hukum, manajemen, investasi, pengembangan produk, ekspansi perusahaan, dan terkoneksi ke jaringan internasional.

Dalam kesempatan tersebut Shan Shan juga memperkenalkan investor asal Taiwan yang berminat untuk berkolaborasi di Batam di bidang kesehatan atau medical. IBA juga membawa rombongan tersebut kedua rumah sakit di Batam, yakni Rumah Sakit Budi Kemulian (RSBK) dan Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP).

“Mereka sempat melihat-melihat apa saja fasilitas yang dibutuhkan di rumah sakit tadi. Jadi intinya mereka ingin membantu, baik itu alat maupun tenaga ahlinya nanti,” jelas Shan Shan didampingi Joey dan Nova anggota dari IBA Batam.

Sementara, President Healthy Asia Company, Duujian Tsai menuturkan, kedatangan pihaknya untuk mengembangkan peluang berkolaborasi dengan Indonesia. Terutama untuk memajukan dan meningkatkan perkembangan medis di Asia.

“Ini baru pertama kali saya datang ke Batam. Tujuan dari kunjungan ini untuk memperluas pusat kolaborasi kami di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Rumah Sakit Sarjito di Yogyakarta. Begitu juga RS di Batam,” terang pria berprofesi profesor itu

Duujian Tsai, telah secara signifikan mendukung pelatihan profesional, pendidikan bioetika, serta manajemen kesehatan di UGM dan Rumah Sakit Sarjito di Yogyakarta. Kemudian mendirikan Healthy Asia Company untuk mendukung perkembangan medis di Thailand, Vietnam, Kamboja, Myanmar dan Cina.

“Kami akan memberikan peluang pelatihan serta peningkatan kapasitas untuk rumah sakit mitra lokal. Seperti yang telah kami lakukan untuk UGM dan Rumah Sakit Sarjito di Yogyakarta. Baik itu kolaborasi dengan pemerintah daerah atau organisasi swasta,” pungkasnya. (hbb)