Batam

Rekap Suara Digelar Seharian, Tim Medis Disiagakan

Suasana pleno penghitungan suara di Kecamatan Sekupang. (posmetro/waw)

BATAM, POSMETRO.CO : Pleno rekapitulasi perolehan suara Pemilu presiden dan legislatif 2019, masih berlangsung di tingkat PPK Kecamatan Sekupang yang digelar di GOR Raja Djafar, Tiban Indah.

Jajaran Panwaslu Kecamatan dan Kelurahan juga selalu siap mengawal jalannya kegiatan tersebut.

Pantauan di lapangan, hingga Selasa (30/4) siang, pleno rekapitulasi perolehan suara masih dilaksanakan oleh empat kelurahan (empat panel).

Yakni Kelurahan Patam Lestari, Tiban Baru, Tanjung Riau dan Tiban Lama. Memasuki sore hari, Kelurahan Tiban Lama berhasil merampungkan pleno total 44 TPS.

“Alhamdulillah, Tiban Lama jadi Tiban cepat. Bisa selesai cepat,” ujar salah seorang anggota PPS, yang disusul tepuk tangan para saksi, PPS.

Mereka gembira karena berhasil menyelesaikan pleno rekapitulasi perolehan suara lebih cepat dari Kelurahan Patam Lestari yang lebih dahulu melakukan pleno.

Dan bersamaan dengan rampungnya pleno Tiban Lama, Kelurahan Patam Lestari masih memplenokan TPS 42 dari total 53 TPS. Begitu juga dengan Kelurahan Tanjung Riau yang masih memplenokan TPS 19 dari total 59 TPS. Memasuki hari ke- 12 ini, jumlah TPS yang berhasil diplenokan sebanyak 151 TPS dari total 347 TPS di Kecamatan Sekupang. Atau rampung 43 persen.

Dua kelurahan belum diplenokan, yakni Kelurahan Tiban Indah dan Sei Harapan.

“Untuk pleno hari ini ada peningkatan. Lumayan,” ujar Kusno Sudjarwadi, Ketua PPK Kecamatan Sekupang, usai pleno. Ketua Panwaslu Kecamatan Sekupang, Syaiful, mengatakan, untuk tugas pengawasan jalannya pleno rekapitulasi perolehan suara pemilu 2019 ini, pihaknya mengerahkan semua jajarannya.

“Semua anggota panwaslu kecamatan dan panwaslu kelurahan dikerahkan untuk melakukan pengawasan jalannya pleno ini. Dari pagi hingga pagi dinihari kami siap mengawasi pleno yang terdiri dari empat panel ini,” tegasnya.

Tidak dapat dipungkiri, karena tingginya ritme kerja, ada panwas yang sakit. Namun demikian, masih dapat diatasi.

“Kami juga terbantu dengan adanya jajaran kepolisian yang datang memberi vitamin dan memeriksa kondisi kesehatan. Mulai dari PPS, PPK dan Panwas, juga masyarakat (saksi) diberi pelayanan kesehatan. Ada juga dari Dinkes yang datang melakukan tensi darah,” ucapnya, sembari berharap paramedis bisa lebih lama berada di tempat.

“Hanya sebentar saja (lalu pergi). Harusnya paling nggak setengah hari di tempat. Ini sekitar 3 hingga empat jam saja,” ujar seorang saksi.

“Kesehatan petugas di lapangan sangat lah saya utamakan. Ini penting, karena pernah kemarin, karena demi tugas ada petugas tak menghiraukan kesehatannya meski kondisinya ngedrop. Untung, pas ada petugas kesehatan datang. Saat di-tensi darahnya tinggi mencapai 190 mmHg. Dia langsung diantar pulang ke rumahnya,” ujarnya.(waw)