Batam

Aksi Heroik Anggota Polda Kepri Berusaha Padamkan Api

Kobaran api saat terjadi kebakaran di Bengkong Asrama Polisi. (posmetro/ddt)

BATAM, POSMETRO.CO : Aksi seorang anggota Polda Kepri saat berusaha memadamkan kebakaran di Bengkong Asrama Polisi, Bengkong patut diacungi jempol. Meski kakinya baru dioperasi karena patah, ia tetap berusaha agar api tak merambat ke menjadi lebih besar, Selasa (27/3) sore.

Kebakaran ini terjadi sekitar pukul 16.20 WIB. Kebakaran pertama kali diketahui ibu-ibu yang merupakan warga setempat. Teriakan itu membuat warga panik. “Api. Ada api ” teriak ibu-ibu waktu itu.

Bripka Yudhy Aditama yang kebetulan ada di lokasi tersebut, bergegas berlari ke arah api yang semakin membesar. Dia memanjat palet-palet plastik yang menggunung.

Satu persatu palet diangkat dan dijauhkan dari sumber api. Namun karena banyak dan tingginya palet yang menumpuk, membuat dia kehabisan waktu. Api terus membesar dan membakar tumpukan palet-palet tersebut. “Saya angkat satu-satu tidak keburu. Mau saya tarik paletnya dari bawah, tidak kuat karena sangat banyak,” kenang Yudhy.

Namun api terus membesar dan mendekat ke rumah Marjan (48) yang berada di lokasi tersebut. Warga tidak mengetahui jika ada balita, Wesli (4) yang sedang tidur di rumah tersebut.

Anak marjan, Elvi (15) bergegas mendatangi Yudhy. Dia memberikan kunci rumah. Setelah itu, Evi berlari belakang rumah dan masuk dari pintu belakang. Dia keluar sembari menggendong adiknya. “Dia (Elvi) tidak ngomong apa-apa. Mungkin karena panik juga dan langsung ambil adiknya,” sebut Yudhi.

Beruntung bocah itu cepat diambil. Jika tidak, ia bisa menjadi korban kebakaran. Pasalnya, rumah Marjan dilalap si jago merah. Ruang depan dan kamarnya hangus terbakar. “Saya tidak tahu kalau ada anak yang sedang tidur di rumah. Kalau tahu sudah saya dobrak pintu rumahnya,” tutur Yudhy.

Yudhy berhasil menyelamatkan dua unit sepeda motor, Honda Astrea Green dan Yamaha Mio milik korban. Sementara, warga lain mengeluarkan barang-barang yang ada di rumah tersebut.

Yudhy menyebut sumber api berasal dari ranting pohon kering di yayasan sekolah Hang Tuah. Ranting kering yang terbakar itu menjulur ke samping lahan sekolah, Mesjid Nuril Hidayah. Kebetulan, di bekalang mesjid tersebut menjadi lahan untuk menampung palet-palet bekas dan plastik. (ddt)