Batam

DPRD Harapkan Langkah Anstisipasi BP Batam Untuk Ketersedian Air Bersih

Nyanyang Haris Pratamura. (posmtero/hbb)

BATAM, POSMETRO.CO : Krisis air belakang ini melanda daerah Tanjunguncang, bahkan sering menjadi keluhan masyarakat setempat. Hal ini ditanggapi Ketua Komisi III DPRD Batam, Nyanyang Haris Pratamura, beberapa hari lalu.

Sebelumnya pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan BP Batam dan Adhya Tirta Batam (ATB), terkait ketersediaan air di Batam.

Apalagi, beberapa hari ini banyak keluhan dari masyarakat di Tanjunguncang dan sekitarnya, karena air tidak mengalir dengan lancar di kawasan tersebut.

“Kami berharap ada langkah-langkah antisipasi dari BP Batam, ATB dan stake holder yang ada. Mengingat air ini merupakan kebutuhan utama bagi kita semua,” ujar Nyanyang.

Cadangan air yang semakin menipis tentu berdampak pada pasokan air ke masyarakat. Nyanyang juga mempertanyakan, keberadaan Dam Tembesi belum juga difungsikan sampai saat ini. Ia mengakui bahwa air di waduk memang belum memenuhi standar mutu, dan perlu dikelola menjadi air bersih untuk dinikmati masyarakat.

“Kami berharap BP Batam bisa segera melakukan upaya agar waduk tersebut bisa dikelola kedepannya,” ulasnya.

Imbauan untuk menjaga daerah tangkapan air (DTA) juga ia sampaikan, agar masyarakat sadar akan lingkungan sekitarnya.

Selain itu pihaknya juga mengimbau, agar masyarakat tidak melakukan pencemaran-pencemaran atau melakukan aktivitas di sekitar waduk yang dapat merusak lingkungan.

“Karena kita tahu Batam tidak punya sumber mata air, karena itu kita harus sama-sama menjaga,” ujar politikus partai Gerindra itu.

Terpisah, Kasubdit Humas BP Batam, Muhammad Taofan mengatakan dibutuhkan kerjasama semua pihak untuk menjaga ketersedian air di Batam.

Beberapa pekan tidak turun hujan diakuinya memang sangat memberikan dampak terhadap ketersedian air baku di waduk.

“Sudah dipastikan akan mengalami penyusutan. Kita mengimbau masyarakat Batam bijak menggunakan air bersih, sesuai kebutuhan,” katanya.

Menggunakan air secukupnya suatu hal yang harus dilakukan. Karena tanpa ada dukungan masyarakat tentunya akan sulit untuk menjaga ketersediaan air, karena Batam tidak memiliki sumber mata air, sehingga sangat bergantung dengan air hujan.

“Dibutuhkan kerjasama kita semua, masyarakat juga harus bijak dalam menggunakan air dan menjaga daerah tangkapan air kita,” pungkasnya. (hbb)