Metro Kepri

Polisi Temukan Ada 6 Ribu Liter Minyak Tanah Belum Didistribusikan di Karimun

Tangki BBM yang diduga menyimpan Minyak tanah sebanyak 60 KL. (posmetro/istimewa)

KARIMUN, POSMETRO.CO : Kelangkaan minyak tanah di Karimun memicu disparitas harga dan antrian hingga rebutan minyak tanah di sejumlah pangkalan BBM. Ada kecurigaan penimbunan minyak tanah.

Apalagi setelah polisi turun ke lapangan, adanya temuan di agen minyak tanah satu-satunya di Kabupaten Karimun, yakni PT Petronas Jaya Abadi yang berada di Kuda Laut, puluhan kiloliter minyak tanah yang belum didistribusikan.

Iinformasi yang dihimpun POSMETRO total minyak tanah yang belum didistribusikan tersebut mencapai 60 kiloliter (kl) atau setara 6 ribu liter, aksi dugaan penimbunan pun terjadi saat ditelaah diduga 60 kl tersebut, merupakan kuota minyak tanah untuk bulan Februari lalu yang masih tersimpan di Agen.

Terkait hal ini, Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya SIK yang dikonfirmasi Jumat (22/3/2019) membenarkan adanya temuan tersebut.

“Masih temuan, dan saat ini satu orang sudah dimintai keterangan terkait adanya dugaan penimbunan tersebut, ini masih penyelidikan, jadi masih kita dalami apakah ada mengarah ke pidana atau tidak, tapi memang menyimpan dan menjual tanpa sesuai aturan bisa dipidana,” terang Hengky.

Sementara itu Hengky menyatakan, yang terpenting saat itu adalah meminta Agen PT Petromas Jaya Abdi tersebut mendistribusikan minyak tanah tersebut, sehingga tidak terjadi antrian atau kepanikan seperti Kamis kemarin.”Dan kita sudah kordinasi ke Pemerintah Daerah untuk melakukan itu,” tegas Hengky.

Sementara Bupati Karimun, H Aunur Rafiq yang juga hadir dalam acara tersebut menyatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan kepolisian terkait hal tersebut.
“Memang ada temuan yang kita dapatkan informasinya sebanyak 60 kiloliter dan itu merpakan kuota bulan Februari sementara kuota bulan Maret belum mereka ambil, namun kita sudah meminta untuk segera didistribusikan. Bahkan kita minta agen mengantar ke pangkalan-pangkalan yang ada, sehingga tidak terjadi hal seperti ini lagi,” papar Rafiq.(ria)