Batam

CICFA Buka Sekolah Penerbangan di Batam

Conrad Clifford dalam jumpa pers. Foto: ABG

Batam, posmetro.co – Cambridge International College for Aviation (CICFA) akan membuka sekolah penerbangan di Batam. Mulai April mendatang sekolahnya sudah berjalan.

Hal tersebut disampaikan Vice President International Seminar On Aviaton (IATA) Asia Pacific, Conrad Clifford.

Kota Batam yang merupakan daerah strategis. Karena berbatasan dengan Negara Singapura dan Malaysia. Berbagai perusahaan tergoda untuk melakukan investasinya di Batam.

Termasuk CICFA yang bergerak di bidang pendidikan. Mulai bulan April akan membuka sekolah latihan khusus untuk penerbangan yang akan hadir di Tiban Indah, Kecamatan Sekupang.

“Hanya dibatasi laut saja, Changi Airports merupakan salah satu bandara sibuk, dan membutuhkan staf penerbangan, makanya kita hadir di Batam,” ujar Conrad pada peresmian CICFA di Sijori Ressort Sekupang, Sabtu (16/2/).

Sebelum di Batam, CIFCA pertama kalinya hadir di Yogyakarta. Batam merupakan daerah kedua.

Conrad menjelaskan bahwa CIFCA ini merupakan sekolah khusus penerbangan, yang berkonsentrasi memberikan pembelajaran dan praktek terkait penerbangan. Namun untuk masuk ke dunia penerbangan, sangat dibutuhkan kemampuan yang memadai.

“Para maskapai hanya mau menerima orang-orang yang sudah memiliki skill,” kata dia.

Maka dari itu, pihaknya membuka sekolah latihan di Batam. Hal ini dapat menjaring para anak muda untuk diajar dan mendapatkan sertifikat.

Modul pelatihan yang diberikan berupa pelayanan darat, dari awal pesawat mendarat sampai pesawat itu terbang.

“Pada tahap awal ini, kami masih mengajarkan untuk staf penerbangan untuk layanan tersebut, ke depan kami juga bisa buka pelatihan untuk pramugari dan pramugara,” jelasnya.

Salah satu kelebihan dari CIFCA ini, kata Conrad terletak dari lisensi yang diberikan kepada siswa yang lulus pelatihan selama setahun. Lisensi tersebut dikeluarkan oleh IATA yang sudah diakui di dunia penerbangan internasional.

“Jadi tidak hanya bisa berkarir di dalam negeri, tetapi bisa juga bersain ke luar negeri,” ujar pria yang sudah 38 tahun bekerja di dunia penerbangan ini.

Ia memperkirakan dalam 20 tahun kedepan Indonesia bisa mendapat peringkat keempat di Asia, menyusul China. Saat ini Indonesia masih berada pada posisi kesepuluh.

Sehingga kedepan memerlukan staf penerbangan dengan jumlah besar juga. “Ada 100 ribu lowongan pekerjaan, jika bandara melakukan ekspansi,” paparnya.

Pihaknya akan membuka penerimaan siswa pada April mendatang, dengan jumlah siswa yang masih terbatas, yaitu 75 orang untuk 3 kelas.

“Modul pendidikan kami juga disesuaikan dengan peraturan penerbangan, jadi up to date,” ujar dia.(abg)