Batam

Dramatis, Saat Polisi Batam Tangkap Kurir Narkoba Internasional

Tersangka kurir narkoba internasional saat diperlihatkan polisi. (posmetro/abg)

BATAM, POSMETRO.CO : Tersangka kurir narkoba internasional HD alias LH memang telah diamankan polisi dengan barang bukti dua kilogram sabu, pada Selasa (12/2).

Dijelaskan Direktur Narkoba Polda Kepri, Kombes Pol K Yani Sudarto, pengungkapan hasil kerja tim dari Direktorat Narkoba Polda Kepri pada 23 Januari lalu. Sub Unit II Direktorat Narkoba Polda Kepri yang dipimpin AKBP Rama Pattara, berhasil mencegah peredaran barang haram itu.

“Pengungkapan ini berawal dari pengembangan kasus narkoba yang dimasukkan dalam dubur oleh tersangka,” ujarnya pada Kamis (14/2). Barang bukti yang berhasil ditemukan dua kilogram lebih.

Penangkapan tersangka ini bukan pekerjaan mudah bagi polisi. Sebelumnya polisi menerima informasi pergerakan LH. Pagi 10 Februari LH diketahui pergi keluar Batam. Disinyalir menuju laut perbatasan Indonesia-Malaysia untuk menjemput sabu.

Lalu dua hari kemudian. Selasa (12/2) sekitar pukul 10.00 WIB, LH diketahui tiba di Batam melalui salah satu pelabuhan. Petugas mengintai, tersangka bergerak cepat meninggalkan pelabuhan membawa yang mencurigakan.
Aksi kejar-kejaran pun terjadi.

Suara tembakan petugas ke udara terdengar sebagai peringatan untuk agar target tak terus lari. Tapi tersangka terus lari. Hingga akhirnya, target sempat berhenti di pinggir jalan untuk beristirahat. Saat itulah kesempatan digunakan petugas sebaik mungkin, tersangka diringkus.

Dilakukan penggeledahan pada bawaan dan tubuh tersangka. Polisi menemukan dari dalam tas ransel milik LH, dua bungkus plastik warna kuning hijau merek Teh China. Diduga Narkotika jenis sabu seberat dua kilogram.

Dari hasil pemeriksaan LH, sabu itu akan disalurkan kepada kurir-kurir antar provinsi yang dikoordinirnya seperti Batam-Riau, Batam-Palembang, Batam-Lampung, Batam-Jakarta, Batam-Surabaya.

Modus yang dilakukan para kurirnya ini pun berbeda-beda. Ada yang dimasukkan dalam sepatu. Ada pula yang dimasukkan anus masuk dalam perut. Transportasi yang digunakan pun berbagai macam jalur. Mulai udara, laut dan darat. Dua kilogram sabu-sabu yang dimiliki tersangka ini, jika dijual dari pengakuan tersangka bernilai sekitar Rp 2 miliar.(abg/*)