Karimun

Timbul Urat-urat di Perutnya Seperti Mau Pecah

Putri terbaring di rumah sakit M. Sani. Kini bayi yang mengalami kelainan usus itu membutuhkan uluran tangan dermawan.

Karimun, posmetro.co-Namanya Putri Aisyah. Usianya baru 53 hari. Sejak lahir ia divonis mengalami gangguan usus besar.

Putri pun mengalami gangguan yang luar biasa. Bagian perutnya membengkak dan terus membesar. Kini ia harus terbaring di rumah sakit daerah (RSUD) M. Sani lantaran sakit yang dideritanya.

Putri adalah anak dari pasangan Yusran (28) dan Santi (24). Suami istri ini hanya pekerja penoreh karet di Kecamatan Kundur Barat.

Dari diagnosa dokter RSUD Muhammad Sani, Putri menderita Hirschsprung atau Hisprung.

Dalam Wikipedia penyakit Hirschsprung adalah penyakit langka yang terjadi akibat adanya cacat lahir pada sel saraf di usus bayi. Pada kondisi normal, usus memiliki berbagai sel saraf sepanjang organ usus yang berfungsi mengatur kerja usus. Sel saraf yang tidak memanjang sampai ujung usus membuat usus tidak dapat bekerja dengan baik dan menyebabkan pergerakan tidak sempurna. Akibatnya, terjadi penyumbatan pada ujung usus.

Awalnya diketahui Putri menderita penyakit itu ketika mengalami gembung biasa di perutnya. Namun di hari ke 4 kondisi Putri memburuk. Dia dibawa ke rumah sakit.

“Timbul urat- urat di bagian perutnya seperti mau pecah. Karena semakin memburuk selanjutnya Aisyah dibawa ke RSUD dengan keadaan tubuh yang memucat,” ucap Santi di RSUD Muhammad Sani, Selasa (12/2/2019) sambil tak kuasa menahan air matanya.

Kondisi bayi itu semakin menyedihkan. Tak akan ada yang mampu menahan air mata saat melihat sang bayi.

“Kata Dokter usus bayi Aisyah seperti terlipat sehingga sulit untuk buang air besar, kondisi dialami Aisyah sampai membuat tinjanya keluar dari mulut,” ceritanya sambil mengusap wajahnya.

Rencananya Putri mau dioperasi, di RS Karimun atau RS Pekanbaru. Saat ini sang ayah sedang mengurus proses operasi dan ia berharap dapat berjalan dengan lancar dan selamat, karena Aisyah merupakan anak semata wayangnya.

Yusran, sang Ayah menambahkan, untuk biaya pengobatan anaknya saat ini ditanggung oleh pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Namun, apabila bayi Aisyah harus dioperasi ke Pekanbaru, tentunya akan membutuhkan biaya yang cukup besar. Tak dipungkiri kondisi ekonomi keluarga membuat pihaknya membutuhkan uluran tangan dermawan untuk membantu kesembuhan anaknya tersebut.

“Sekarang kami masih berusaha untuk mengajukan pengobatan, kita berharap anak kita bisa sembuh dan tidak menderita seperti ini lagi,” harap Yusran dengan pandangan jauh penuh harapan.

Bayi Aisyah saat ini terbaring di ruang rawat inap lantai 3 di RSUD M Sani. Pihak Rumah Sakit M Sani merencankan sang pasien akan dirujuk ke rumah sakit di Pekanbaru. Tapi permasalahan ekonomi yang tidak mencukupi membuat niat itu harus diurungkan.

Kabid Pelayanan RhS M Sani, dr Dedy mengatakan saat ini pasien dalam perawatan intensif pihak RS M Sani.

“Pasien diketahui mengalami kelainan usus yang diderita sejak bawaan lahir. Dan sempat sudah kita rekom kan untuk dirujuk ke Rumah Sakit di Pekanbaru dengan biaya pengobatan ditanggung BPJS. Karena masalah ekonomi pasien belum diberangkatkan, selain itu juga menunggu kesehatan pasien membaik,” ujar Dedy

Dikatakan Dedy saat ini kondisi pasien masih sadar dengan kondisi HB kurang, dan masih dalam perawatan.(ria)