Batam

19 Tahun POSMETRO, Dewasa Bukan, Remaja Tidak

HARI ini, 14 Februari 2019, Kami genap berusia 19 tahun. Usia yang patut disyukuri. Di saat sejumlah media mulai rontok dan berguguran, Alhamdulillah, Kami masih eksis dan terus berkarya untuk ikut mewarnai kehidupan masyarakat Kepri.

Haryanto
General Manager

Pembaca budiman, untuk ukuran manusia, usia 19 tahun adalah umur terberat dalam hidup. Sebab, dia bukan lagi remaja tapi juga bukan dewasa. Karena berada di pertengahan usia antara remaja dan dewasa. Pada masa-masa ini dibutuhkan tenaga, kerja keras, dan persiapan yang sangat ekstra.

Kami sadar itu. Menjadi dewasa sama sekali bukan hal yang gampang. Tapi Kami dari seluruh awak team POSMETRO, sudah siap menyambutnya. Berbagai hal kami kerjakan agar POSMETRO tetap ada di hati pembaca. Perubahan terus kami lakukan. Karena filosofi kami, perubahan itu harus, karena yang tidak pernah berubah adalah perubahan itu sendiri.

Intinya, Kami harus mengikuti perkembangan zaman. Mengikuti kemauan dan keinginan pembaca. Di era digital, kecepatan dan akurasi informasi menjadi sebuah tuntutan mutlak. Pembaca selalu ingin informasi secepatnya. Tapi bukan hoaks. Maka sesuai dengan motto kami, ”Berita hari ini, Baca hari ini.” Karena buat media, kepuasan pembaca adalah nomor satu.

Meski kecepatan adalah prioritas, tapi Kami tetap mengedepankan akurasi dan kualitas berita. Sebagai media terverifikasi oleh Dewan Pers, akurasi menjadi wajib buat Kami. Karena salah satu yang terus diajarkan di awak redaksi ialah: pertama akurasi, kedua akurasi, ketiga akurasi. Kami anti Hoaks.

Untuk mengikuti pesatnya perkembangan teknologi, POSMETRO pun tak mau ketinggalan. Sejak 2009 Kami sudah punya portal berita digital. Sempat berganti-ganti nama, akhirnya mulai 2016, Kami patenkan menjadi POSMETRO.CO, dengan motto: Dunia Dalam Genggaman Anda. Dan, sejak awal 2019 ini tampilan POSMETRO.CO pun berubah. Lebih ringan, mudah diakses. Inilah jawaban Kami soal maraknya dunia digital.

Oh ya pembaca, sebagai bentuk pengakuan akan kualitas karya jurnalistik teman-teman POSMETRO di tahun 2018, ada sejumlah pengharagaan yang diterima oleh wartawan Kami, baik skala regional maupun nasional. Penghargaan itu setidaknya membuat teman-teman redaksi POSMETRO terus termotivasi untuk berkarya.

Photograper Kami, Agus Bagjana, telah menyabet empat penghargaan. Yakni, juara I Lomba karya foto Lanud Raja Ali Haji Fisabilillah. Juara III Lomba foto Kepolisian Republik Indonesia. Juara harapan II Lomba foto Staf Angkatan Laut 2018, dan juara I Komisi Pemilihan Umum Kota Tanjungpinang.

Foto karya Agus Bagjana yang menjadi Juara III Lomba foto Kepolisian Republik Indonesia.

Sedangkan si bungsu, Iklil Faiz di tahun 2018, juga tak mau kalah. Arek Malang itu meraih juara nasional Karya Foto Pilihan Juri Anugerah Jurnalisitik yang digelar Pertamina. Selain itu juga menyabet penghargaan nasional sebagai juara II Foto Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Selamat untuk pemenang.

Foto karya Iklil Faiz yang menjadi juara II Foto Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Sebagai orang yang termasuk dalam generasi pertama POSMETRO, saya merasa bangga dan senang. Karena didikan Kami berhasil meraih penghargaan yang diakui di tingkat Nasional. Mereka mengalahkan puluhan bahkan ratusan orang dari media lain. Dan saya harap ini juga menjadi kebanggan buat pembaca setia POSMETRO. Karena Anda Kami Bisa.

Sebagai murid, tentunya Saya tak melupakan peran para senior, suhu, mentor sekaligus abang. Ucapan terimakasih Kami sampaikan kepada para bidan kelahiran koran metro pertama dan terbesar di Kepri ini. Kepada Bang Ade Adran Syahlan, Pimred saat saya memulai karir. Pak Socrates (Redpel pertama), Andra S Kelana, Koordinator Liputan saat saya menjadi calon reporter, Mas Priyo Utomo, Mas Nur Ali Mahmudi (Nung), dan Bang Yos julukan untuk Yunus Suchari. Merekalah pendahulu, peletak fondasi hingga akhirnya POSMETRO tetap eksis hingga usianya yang ke-19 tahun.

Masih lekat dalam ingatan, tipe Bang Ade yang lembut dan tak pernah marah. Meski tak galak, Kami segan. Dialah yang mengajari juniornya menulis tapi bukan menggurui. Terutama tulisan soal olahraga, dialah pionernya. Orangnya penuh ide. Sesuai namanya Ide Ade.

Bang Aat panggilan untuk Socrates yang di angkatan saya dikenal sebagai pimpinan yang keras. Dan, hampir semua reporter akan selalu ingat suara beratnya, meski badannya kecil. Setiap reporter pulang liputan, baru di depan pintu sudah dicocor pertanyaan. Kata yang menjadi ciri khas dan selalu diingat: apa berita! Bahkan, kawan-kawan yang sudah keluar dari POSMETRO selalu ingat dua kata yang membuat ‘ketakutan’ masuk kantor kalau tak punya berita hebat. Tapi, berkat gemblengan para senior itulah membuat Kami menjadi kuat, militan, dan tahan banting. Terimakasih senior!

Tak lupa, ucapan terimakasih juga kepada para pembaca budiman, relasi, mitra iklan, dan mitra pemasaran. Dengan bertambahnya usia semoga Kami terus menjadi besar, terdepan, serta tetap menjadi sumber referensi terpercaya buat warga Kepri.***