Batam

Mahasiswa STAIN Tak Bernyawa Tenggelam di Pantai Trikora IV Bintan

Korban yang tewas saat di rumah sakit. (posmetro/aiq)

BINTAN, POSMETRO.CO : Selasa (18/12) pagi sekitar pukul 10.00 wib, 25 orang mahasiswa, terlihat bersuka ria. Kelompok mahasiswa semester 3 itu, berkumpul di halaman STAIN Abdul Rahman, daerah Ceruk Ijuk, Toapaya, menunggu bus angkutan. Rencananya mereka bakal berlibur ke pantai Trikora.

Jam 11.00 WIB, saat angkutan bus yang mereka tunggu sudah tiba di lokasi, rombongan mahasiswa itu pun bergegas memasuki bus.

Kurang lebih satu setengah jam kemudian, rombongan ini sampai di Pantai Serumpun Padi Emas Kampung Teluk Dalam, Desa Malang Rapat, Trikora IV.

Sedangkan Zahir, Rafiq, Sofyan, Syaiful,  Septian, dan Deni, mandi berenang di tepi laut di sekitaran pantai. Bermula dari sana, kejadian naas itu, menimpa Zahir, yang dinyatakan meninggal dunia, setelah terseret ombak. Dua rekannya selamat dan satu orang lagi, dalam kondisi kritis.

Padahal, sebelumnya, menurut keterangan dari Apit, Ketua RT 001 RW 003 Kampung Teluk Dalam Desa Malang Rapat, penjaga pantai Serumpun Padi Resorts, sudah memperingatkan mereka, bahkan melarang bermain di pantai itu.

“Penjaga pantai sudah melarang. Namun mereka bilang cuma main-main saja di pantai. Tahunya sampai ke tengah laut,” kata Apit saat menceritakan kejadian ini kepada pihak kepolisian, saat berada di Puskesmas Kawal .

“Syukur, masih ada dua mahasiswa yang selamat, 1 orang kritis, sedangkan 1 pemuda lagi dikabarkan sudah tidak bernyawa.” sebut Apit lagi.

Sementara Kades Malang Rapat, Savarius Boli A Rahman membenarkan kejadian ini. Dua korban selamat karena berhasil ditarik ke pinggir pantai, seorang lemas dan seorang lagi dikabarkan meninggal dunia.(aiq)