Batam

Ditanya Anak Mana, Crasss Parang Dibacok ke Kepala

ilustrasi

BATAM, POSMETRO.CO : Kasus pembacokan terjadi di wilayah Hukum Polsek Bengkong. Alfian Zebua (30) seorang karyawan carwash jadi korban pembacokan oleh Zizi Aldizeri (34) yang kini sudah diamankan di Mapolsek Bengkong.

Infomasi yang di rangkum POSMETRO, kejadian berlangsung pada Selasa (27/11) sore. Ketika itu, Zizi mendatangi carwash Langkisau Bengkong Indah. “Pelaku dan korban sempat bicara. Zizi menanyakan apakah ada pekerja di tempat cucian itu, lalu korban menjawab tidak ada,” kata Kapolsek Bengkong, Iptu Erdinal.

Tak lama kemudian, Alfian dan temannya yang lain duduk di warung es kelapa dan masih berdekatan dengan carwahs. Lalu Zizi mendekati korban dan sama sama duduk di warung es kelapa. Hanya saja Alfian Zebua membelakangi Zizi.

“Saat itu juga, Zizi berdiri. Ia langsung menanyakan Alfian Zebua anak mana. Namun Alfian Zebua hanya diam. Pertanyaan itu pun dilontarkan sebanyak dua kali,” terang Erdinal saat di temui di Polsek Bengkong.

Lantaran tak ada jawaban, Zizi pun langsung mengambil parang pembelah kelapa yang terletak di meja warung. Lalu parang tersebut langsung ditebas ke arah kepala belakang korban, lengan kiri dan tangan kiri.

“Pelaku membacok korban sebanyak 3 kali. Lalu korban tersungkur dan langsung dilarikan ke RS Budi Kemuliaan,” terang Erdinal.

Usai kejadian ini, pelaku kabur dengan menggunakan sebuah motor. Lalu kejadian ini di laporkan ke Mapolsek Bengkong. Melalui bantuan personil Polresta Barelang, Polsek Batuampar dan buser Polsek Bengkong, Zizi akhirmya ditangkap di kawasan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar.

“Pelaku tinggal di Batuampar. Penangkapan ini pun di lakukan Selasa (27/11) malam,” tegasnya lagi.

Hasil pemeriksaan sementara, lanjut Erdinal, Zizi nekad membacok korban karena Alfian sangat mirip dengan orang yang dibenci oleh Zizi. Dan kenyataannya, korban dan pelaku tidak sama sama kenal.

“Setelah kita selidiki lagi, ternyata Zizi sudah pernah ditahan di Polsek Bengkong. Kasusnya juga kasus yang sama, yakni pembacokan,” ucap Erdinal

Dari penyidikan yang sudah dilakukan, ternyata Zizi terbukti mengalami gangguan jiwa. Bahkan pernyataan tersebut diperkuat dengan surat keterangan dari psikiater.

“Zizi sudah pernah dirawat di rumah sakit jiwa Pekanbaru. Tapi setelah keluar dari sana, Zizi kembali berulah,” ungkapnya lagi.

Meski pun demikian, kasus pembacokan ini akan terus di lakukan proses hukum. Sampai kini, Zizi masih ditahan di Mapolsek Bengkong. Di dalam sel tahanan, ia selalu berteriak.(jho)