Batam

Dihantam Alat Berat, Pipa Utama ATB Bocor

Pengerjaan perbaikan pipa suplai utama ATB yang bocor. (posmetro/istimewa)

BATAM, POSMETRO.CO : Progress perbaikan kebocoran pipa distribusi utama DN 800 mm akibat Pilling Project Pump Station Limbah PT Hansol, saat ini dalam tahap dewatering pipa telah selesai.

Tim Teknis ATB tengah melakukan tahap pemotongan pipa dan mengupayakan perbaikan kebocoran. Perbaikan diperkirakan segera rampung. Dan aliran air dapat mengalir kembali. Kebocoran pipa distribusi utama ini mengakibatkan aliran air mengecil atau tidak mengalir di wilayah Batam Centre dan sekitarnya.

Akibatnya, sebanyak 16.485 KK terkena dampak gangguan suplai. Estimasi proses perbaikan kebocoran dipastikan selesai pada sore hari. Jika tidak ada kendala teknis yang berarti di lapangan.

Kebocoran pipa distribusi ATB kembali terjadi, Kamis (15/11) siang, saat pekerjaan Pilling Project Pump Station Limbah PT Hansol, di depan Cafe Kongkow Batam Centre menghantam pipa ATB berdiameter 800 mm.

“Sangat disayangkan pekerjaan yang tidak profesional tanpa koordinasi dengan kami (ATB red). Ada aktifitas penggalian yang mengakibatkan pipa distribusi ATB bocor,” jelas Maria Jacobus, Head Of Corporate Secretary ATB melalui rilisnya.

Masih kata Maria, pipa yang dihantam merupakan pipa distribusi utama. Kebocoran ini mengakibatkan ribuan pelanggan ATB akan terdampak tidak mendapatkan suplai air ATB sementara waktu. Kebocoran pipa yang terjadi mengakibatkan suplai air ke pelanggan ATB jadi terganggu.

“Suplai air harus dihentikan sementara waktu, agar pekerjaan perbaikan bisa dilakukan dengan maksimal,” katanya lagi.

Tim teknis ATB langsung berkoordinasi dengan pihak PT Hansol dilapangan untuk proses penanganan perbaikan kebocoran. Estimasi waktu perbaikan diperkirakan selesai hingga pukul 24.00 WIB. Namun, perbaikan belum kelar hingga Jumat (16/11).

“Pekerjaan perbaikan cukup rumit, mengingat kondisi tanah yang labil dan tanah longsor untuk pekerjaan pipa besar. Pipa yang mengalami kebocoran juga berada di kedalaman tiga meter. Tim teknis ATB membutuhkan waktu sekitar 10 jam memperbaiki kebocoran pipa,” tegas Maria.

Kebocoran pipa yang terjadi akhir-akhir ini dari dampak terkena alat berat tentunya tidak diharapkan. Selain dari sisi ATB berupa air yang terbuang jadi sia-sia, ribuan pelanggan mengalami kesulitan dengan tidak mendapatkan aliran air.

“ATB tentunya mengalami kerugian dengan air yang terbuang per kubiknya, apalagi pelanggan yang terkena dampak jumlahnya cukup banyak. Padahal ATB selalu berupaya agar suplai air bisa mengalir dengan handal,” tutur Maria

Sementara itu, pelanggan ATB yang terkena dampak khususnya pelanggan yang mendapat suplai air dari jalur tersebut cukup banyak. Sekitar puluhan ribu pelanggan dipastikan terkena dampak tidak mendapatkan suplai air.

Adapun daerah-daerah terdampak seperti Kepri Mall, Hotel Radison, Perumahan Sukajadi, Central Sukajadi, Anggrek Mas 1,2 dan 3, Polresta Barelang, Baloi Ditpam, Casablanca, Balai Kanaan, Palm Spring, Rosedale, Pertokoan Orchid Centre, Centre View, Putri Indah, Marchelia, Anggrek Sari, Industri Amtek, Industri Kara, Industri Cammo, Industri Hijrah, Orchid Park, Grenland, Mitra Raya, Centre Park, Kembang Sari, Citra Batam, Walakaka, Crownhill, Kawasan Kadin, Goldenland, Polamas, Livia Garden, Seruni, Citra Indah, Dutamas, Pertokon Pasir Putih, Perkantoran Batam Centre dan sekitarnya.

Terkait kebocoran pipa yang terjadi ATB menyampaikan permohonan maaf dengan ketidaknyamanan yang terjadi. Informasi seputar ATB silahkan menghubungi Call Center di 0778-46711. (hbb/*)