Batam

Akhir November, Tiga Kawasan Hinterland Batam Bakal Teraliri Air Bersih

 

Air bersih Belakangpada dengan sistem SWRO. (posmetro/iik)

BATAM, POSMETRO.CO : Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, mengejar target 42 persen air bersih untuk pulau-pulau di hinterland. Saat ini, persentase air bersih yang sudah tersalurkan sudah 37 persen, sehingga tahun depan tinggal 5 persen lagi. Adapun pengerjaan ini diperkirakan akan lebih cepat dari target yang ditetapkan di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang berakhir 2021 mendatang.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, Suhar, mengatakan bahwa tahun ini Pemerintah fokus mengejar 42 persen target RPJMD. Terbukti, dari 19 persen di tahun 2017, kini sudah 37 persen yang tercapai.

“Infrastruktur sudah berjalan. Pipa air bersih ke hinterland,” kata Suhar (16/11).

Suhar optimis, target 42 persen bisa tercapai di tahun depan. Sehingga, pengerjaan bisa lebih cepat dari target yakni tahun 2021. Adapun tahun ini, ada beberapa pulau yang jadi fokus mereka. Pihaknya akan tetap fokus pemerataan, sehingga para warga hinterland bisa menikmati.

“Kita tetap anggarkan di 2019. Untuk pulau ada beberapa,” jelasnya.

Sebelumnya, untuk menjaga kebutuhan air bersih di kawasan hinterland, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, sedang mengerjakan instalasi air bersih serta pipa bawah laut untuk mengalirkan air bersih ke kawasan pulau-pulau. Rencananya, aliran air bersih akan disalurkan ke tiga pulau, diantaranya Ngenang, Lengkang dan Rempangcate.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, Suhar, mengatakan bahwa tiga pulau tersebut, sebelumnya belum mendapat layanan air bersih. Oleh karena itu, pengerjaan sedang digesa dan pengerjaan konstruksi sudah mulai berjalan.

“Biasanya mereka beli dari warga yang menjual dengan boat ke tempat tinggal mereka. Airnya, berasal dari sumur milik warga,” kata Suhar.

Sementara warga yang tinggal di Belakangpadang, sekarang sudah dipasangi sistem SWRO. Untuk Pulau Lengkang, pengerjaan pemasangan jaringan distribusi pipa bawah laut dari Pulau Mecan yang sebelumnya sudah ada sumber air bersihnya. Sedangkan Rempangcate dan Ngenang, Dinas sedang membangun spam lengkap, mulai dari persiapan kolam sumber air baku, dan instalasi pengolahan air. Sampai pada pendistribusian ke rumah-rumah warga.

“Paling lambat November selesai, tahun depan warga sudah tak beli air bersih lagi,” lanjutnya.

Di tiga pulau tersebut, pembangunan ini akan melayani sampai 459 rumah, dengan paparan; 120 rumah di pulau Lengkang, Rempang Cate 139 rumah, dan di Ngenang, 200 rumah. (iik)