Bisnis

Sektor Pariwisata Sumbang Investasi Rp 4,9 T Untuk Batam

BATAM, POSMETRO.CO : Tercatat potensi nilai investasi berdasarkan alokasi lahan Triwulan III 2018, Badan Pengusahaan (BP) Batam mencapai Rp 7 triliun. Penyumbang terbesar pertama adalah sektor pariwisata bekisar Rp 4,9 triliun, di kawasan Nongsa, Patam dan Marina.

“Jika kemarin saya paparkan Rp 2,2 T itu sebenarnya nilai investasi bertahap. Yang Rp 4,9 T adalah total keseluruhan. Jadi selisihnya Rp 2,7 T masih melihat hasil nilai rencana investasinya yang pertama,” jelas Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam, Dwianto Eko Winaryo, Rabu (14/11) sore.

Selain pariwisata ada beberapa sektor yang juga penyumbang nilai investasi yakni sektor Jasa Rp 1,3 T alokasi lahannya berada di Batamcentre, lalu Industri Rp 432 M disekitar Kabil, Tanjung Uncanh dan Sagulung, berikutnya Perumahan Rp 342 M alokasinya tersebar diseluruh Batam, dan Pendidikan bekisar Rp 15 M yang hanya di Batam.

“Proyek-proyek tersebut sebagian besar jangka panjang 4-5 tahun kedepan,” kata pria yang akrab di sapa Dwianto itu.

Jika sebelumnya Dwianto hanya menjelaskan nilai investasi jangka pendek. Sekarang ia juga memaparkan sebagian ada investasi dalam jangaka panjang. Diakuinya, polemik terkait lahan menjadi salah satu perhatian utama BP Batam. Karena itu pihaknya juga mendorong komitmen para pelaku usaha untuk bisa merealisasikan rencana investasinya.

“BP memberikan alokasi lahan kepada pengusaha tersebut sebagian merupakan alokasi baru. Dan ada juga alokasi lahan yang belum dibangun oleh penerima alokasi lahan,” jelas lanjut.

Pemberikan alokasi lahan kepada para investor tersebut bukanlah mudah tapu melalui proses yang panjang. Setiap pelaku usaha yang sudah mendapatkan alokasi lahan. Sebelumnya harus wajib menyampaikan rencana bisnis plannya kepada BP Batam. Termasuk juga kekuatan modal yang dimilikinya.

“Presentasinya yang disampaikan harus jelas, mulai dari bidang usahanya, lama pembangunannya dan hal-hal lainnya,” ungkapnya.(hbb)