Batam

Salah Satu Alternatif, Menarik Air Bersih dari Lingga

Atasi Permasalahan Air Bersih di Pulau Batam

Focus Group Discussion Air terjun Jelutung, Lingga, dalam solusi atasi permasalahan air bersih di Pulau Batam. (posmetro/hbb)

BATAM, POSMETRO.CO : Kebutuhan air di Batam dalam kurun waktu beberapa tahun kedepan akan mengalami kekurangan. Hal ini diutarakan Deputi IV Pengelolaan Sarana Lainnya BP Batam, Eko Budi Soeproyanto, dalam Focus Group Discussion Air terjun Jelutung, Lingga dalam solusi atasi permasalahan air bersih di Pulau Batam, di Gedung Marketing Centre BP Batam, Senin (12/11).

“Kalau melihat fakta, kebutuhan sampai 2045 mendatang, Bisa mencapai 7.000 liter perdetik. Sekarang sekitar 3.500 liter per detik. Jadi salah satu alternatif, menarik air bersih dari Lingga,” katanya.

Badan Pengusahaan (BP) Batam merupakan pihak yang bakal menerima masukan tersebut. Pihak yang akan bekerjasama adalah PT Adhya Tirta Batam (ATB), untuk mengelola air tersebut. Namun solusi itu harus ada kata sepakat semua pihak yang ikut terlibat.

“Kita butuh nggak air dari Lingga? Kita harus sepakat dulu. Untuk kedepan kita bisa.
Karena memang kebutuhan air semakin tinggi,” jelas Eko.

Sehingga salah satu solusi, diantaranya menarik dari Lingga. Ada juga antara pulau menjadi satu, dimana pulau kecil menjadi bendungan.
“Tapi costnya kita lihat dulu besar mana, dari Lingga atau membangun bendungan dengan menggabung-gabungkan pulau,” katanya.

Sementara, Asisten Ekonomi Pembangungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, Syamsul Bahrum mengatakan, Pemprov siap untuk membantu sebagai leading sector. Dan perusahaan ATB yang invest, pihaknya tidak ada refrensi untuk satu perusahaan. Intinya pemerintah akan mendukung proyek tersebut.

“Yang saya tangkap dari diskusi ini. Pemprov siap untuk membantu sebagai leading sector. Manajemen ATB yang invest. Kita tidak ada refrensi untuk satu perusahaan. Silahkan saja. Kalau mau menjadikan sebagai proyek strategis, bisa jadi ini proyek penugasan,” ulasnya.

Proyek ini membutuhkan dana besar, seperti Rp 1 triliun. Dan bisa jadi proyek strategis. Karena hal ini bagian tindak lanjut proyek di Sei Gong.

“Kita ingin percepatan di Galang-Bulang.Galang Baru itu tidak ada masalah lahan. Jadi kalau Rempang, paling dekat dengan ke Lingga,” sebutnya.

Sebut Syamsul, Lingga Utara, bisa menjadi gugusan dengan Batam. Kenapa air dibutuhkan untuk Batam, jika kondisi jenuh pemerintah bisa mulai dari Galang Baru. Saat ini Menteri Kehutan (Menhut) RI punya program baru. Dimana 10 persen seluruh pulau yang potensial, bisa dikembangkan, dan bisa dengan sewa.

“Bisa untuk terintegrasi parawisata. Jadi ini butuh air. Saya lihat beberapa pulau tidak memiliki air. Ini air ini penting untuk mendukung pengembangan parawisata,” pesannya.

Masih katanya, jika BP membuat beauty contest. Silahkan saja kedua instansi (BP-Lingga) juga harus punya Peraturan Daerah (Perda ) serta penyertaan modal. Bentuk konsorsium, bisa juga dilakukan, seperti membuat MoU.
.
“Tapi harus dipahami dulu aturan hukumnya. Tanpa aturan hukum, tidak bisa jalan,'” jelasnya.

Di lokasi yang sama Bupati Lingga, Alias Wello menyebutkan pertemuaan ini adalah yang kedua kalinya setelah Mei lalu. Ini menyangkut masalah air di Batam kedepan. Dan ketersediaan air yang melimpah di Lingga, menjadi solusi sinergi.

“Ini bukan barang baru, saat masih di DPRD, Bupati lama sudah merintis kerjasama dengan BP Batam. Karena melihat, ketersediaan air di Lingga luar biasa. Dengan debitnya 4.000 liter per detik,” tuturnya.

Apalagi, belum dengan beberapa air terjun di Lingga. Kalau ini menjadi komitmen bersama cepat atau lambat, persoalan air di Batam, Bintan dan sekitarnya akan ada.
Jadi tidak perlu hanya menghandalkan hujan.

“Bagaimana kita menangkap peluang dengan investasi yang memang besar.
Pemerintah pusat sangat memperhatikan persoalan-persoalan di Batam,” imbaunya.

Agenda ini sudah jelas, dimana posisi masing-masing untuk mewujudkan solusi atas persoalan. Dan harus segera dijalankan. Pertemuan ini sudah sangat maju.

“Jarak terdekat Lingga ke Cakang Batam, sekitar 50 km lebih. Lingga punya potensi dan Batam punya kebutuhan,” pungkasnya. (hbb)