Batam

BP Batam dan Jasa Tirta Produksi Air Minum Kemasan

BATAM, POSMETRO.CO : Badan Pengusahaan (BP) Batam, memperkenalkan air mineral kemasan yang diproduksi dari hasil kerjasama dengan Jasa Tirta I Malang. Air minuman ada tulisan ASA dan Perum Jasa Tirta I dan didistribusikan oleh Kopkar OB-BP Batam.

Selain itu kemasan botol juga ada gambar pegunungan dan tulisan logo BP Batam. Dan tulisan SNI yang menandakan sudah sesuai standar nasional Indonesia.

Deputi IV Bidang Pengelolaan Sarana Lainnya BP Batam, Eko Budi Soepriyanto mengatakan, BP Batam saat ini tengah merambah bisnis baru. Hanya saja, sementara ini mereka belum memasarkan secara bebas di Batam, dan masih diproduksi di Malang. Wacananya pihaknya, akan memindahkan produksi ke Batam.

“Saat ini produk itu dihasilkan di Malang. Namun tahun 2019, pabrik air minum kemasan yang sebelumnya di Malang, akan dibuat di Batam,” kata Eko, Senin (12/11).

Diakui, produksi air minum dalam kemasan botol itu akan diproduksi bekerjasama dengan Jasa Tirta I. Sebelumnya, BP Batam dan Tirta I sudah menandatangani MoU di Batam untuk kerjasama pengelolaan air. “Kami kerjasama dengan Jasa Tirta I (BUMN) untuk produksi,” terangnya.

Air Mineral dalam kemasan ini dihargai Rp2 ribu perbotol. Bentuk botolnya juga berbeda dari botol minuman air lainnya. Untuk diminum setiap saat. Drinking Water for Daily Drinking Consumption” demikian pesan dalam air botol tersebut.

Eko menyebutkan, secara bertahap air mimuman ini akan dikenalkan ke masyarakat luas. Ini upaya BP Batam, untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Batan

Sebelumnya, BP Batam sudah menandatangani MoU dengan ?Perum Jasa Tirta (PJT) I, Mei 2017 lalu. Saat itu, BP Batam masih dipimpin oleh Hatanto. Namun tidak dijelaskan secara spesifik, isi MoU itu. Kecuali terkait pengelolaan dan pemanfaatan air di Batam.

Menurut Direktur Utama Jasa Tirta I, Raymond Valiant Ruritan, mereka membuat kesepahaman dengan BP Batam, untuk membantu sharing pengelolaan air untuk masyarakat Batam.

“Kita bangun kesepahaman dalam pertukaran informasi dalam pengelolaan air. Sehingga kedepan air dikelola dengan bijak dan daerah serapan air lestari,” kata Raymond tahun lalu. (hbb)