Metro Kepri

Banjir Tak Jua Surut di Batu 7 Tanjungpinang

Petugas Damkar membantu menyedot air yang menggenang. (posmetro/bet)

PINANG, POSMETRO.CO : Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang bersama Polres Tanjungpinang melakukan penyedotan air yang tergenang di Jalan DI Panjaitan Batu 7, Kelurahan Melayu Kota Piring, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Senin (5/11) pagi. Banjir yang terjadi setiap hujan deras itu akibat ulah penimbunan lahan oleh pengusaha di seberang Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Penyedotan air yang tergenang di samping SBPU Batu 7 itu dilakukan oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), dan dibantu oleh sejumlah anggota Polsek Tanjungpinang Timur dan Sabhara Polres Tanjungpinang. Sebelumnya, warga setempat bersama Polres Tanjungpinang juga telah melakukan upaya tersebut, namun belum juga kering.

Menurut Kurnia, warga RT 02 RW 02 Kelurahan Melayu Kota Piring, banjir itu terjadi setelah wilayah Kota Tanjungpinang diguyur hujan beberapa hari lalu. Namun, banjir itu tak kunjung surut lantaran di ujung saluran gorong-gorong tertutup timbunan lahan milik salah seorang pengusaha di Kota Tanjungpinang.

“Hujan dua hari lalu yang paling berdampak, karena jalan akses ke rumah saya banjir hampir sepinggang orang dewasa, itu karena ada penimbunan di saluran parit,” katanya saat ditemui di lokasi genangan tersebut.

Dalam setahun terakhir, kata Kurnia, kawasan itu tak pernah banjir. Sejak adanya penimbunan itu, kawasan Jalan DI Panjaitan, samping SPBU Batu 7 mulai banjir ketika hujan deras. “Dulu mana ada seperti ini (Banjir), sekarang hujan sedikit langsung banjir, akibarnya arus lalulintas di jalan ini kerap macet. Masalah ini sudah pernah kita laporkan. Ya, kita berharap, pemerintah segera selesaikan masalah ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul yang sempat meninjau lokasi banjir itu mengatakan, bahwa Pemko Tanjungpinang telah menerima laporan tersebut dari masyarakat. Namun, pihaknya belum bisa berbuat banyak lantaran status jalan DI Panjaitan itu adalah wewenang Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

“Ini jalan provinsi, kita juga sudah berunding dengan pihak provinsi, tetapi belum terlaksana, jadi solusinya bersama,” ungkapnya.

Syahrul menuturkan, bahwa pihaknya akan segera mengambil tindakan cepat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dengan melakukan rapat koordinasi dengan pihak Pemprov Kepri. Bahkan, Pemko Tanjungpinang juga akan memanggil pemilik lahan yang diduga penyebab banjirnya kawasan tersebut.(bet)