Nasional

ELT Tidak Berfungsi Diduga Jadi Penyebab Lion Air Jatuh

Ilustrasi Lion Air (jawa pos)

JAKARTA, POSMETRO.CO : Musibah jatuhnya pesawat komersial kerap terjadi berulang kali di Tanah Air. Bahkan untuk insiden maskapai Lion Air JT-610 yang menggunakan jenis pesawat Boeing 737 MAX 8 itu diduga dipicu oleh Electronic Locator Transmitter (ELT) yang tidak berfungsi.

Ketua Komisi V DPR Fary Francis menyatakan, adanya indikasi ELT tidak berfungsi sebagaimana mestinya merupakan sebuha kecerobohan. Sebab kasus serupa sudah berulang kali terjadi.

“Perlu dipertanyakan mengapa ELT tidak berfungsi dan tidak dapat dideteksi atau terdengar oleh Kantor Pusat Basarnas. Mengapa hal ini (ELT tidak terdeteksi) terjadi berulang ulang. Hal ini harus menjadi evaluasi pemerintah,” kata Fary dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/10).

Diketahui pesawat Lion Air JT-610 dinyatakan jatuh di Perairan Kepulauan Seribu dan Tanjung Karawang. Namun hingga kini, penyebab jatuhnya pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 itu masih misteri. Pesawat tersebut membawa 181 penumpang dan 8 awak kabin. Pesawat itu semula dijadwalkan terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Lebih jauh Fary Francis meminta pemerintah melakukan beberapa evaluasi terkait sistem keselamatan untuk penerbangan komersial.

Atas kasus ini, Fary mendesak pemerintah dan Basarnas untuk segera melakukan upaya pencarian dan pertolongan untuk korban Pesawat Lion Air JT-610. Begitu juga Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) untuk segera melakukan investigasi mendalam. “Penyebab kecelakaan Pesawat Lion Air harus segera dilaporkan keKomisi V DPR RI dan masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsda TNI Muhammad Syaugi mengungkapkn, pihaknya pertama kali mendapat informasi pesawat tersebut hilang kontak sekitar pukul 06.50 WIB. Koordinat hilangnya di sekitar Tanjung Karawang.

Saat hilang kontak, pesawat yang belum lama terbang setelah take off itu diperkirakan pesawat baru mencapai ketinggian 2.500 meter.

Setelah mendapat informasi pesawat hilang kontak dan berbekal koordinat dari Air Traffic Control (ATC), Basarnas langsung mengerahkan tim ke Tanjung Karawang.

Di sisi lain, imbuhnya, saat ini tim SAR tengah melakukan penyelaman ke dasar laut. Pesawat diduga berada di kedalam 30 meter. “Kedalaman laut di situ antara 30-35 meter. Kami masih berusaha menyelam ke sana untuk temukan pesawat tersebut,” pungkasnya.(aim/JPC)