Batam

Bikin Ibu Hamil Jatuh dari Motor, Sopir ini Malah Nantang Berkelahi

Korban pakai jilbab kuning. (foto/ddt)

BATAM, POSMETRO.CO : Siti mengendarai sepeda motor Suzuki Next warna hijaunya dari Dapur 12 ke Kavling Seroja, Sagulung dengan pelan.

Anaknya yang baru berumur dua tahun dibonceng di depan. Ia berusaha berhati-hati. Takut jika ada kendaraan lainnya yang menyerempetnya, Sabtu (27/10).

Namun di depannya, melaju angkot Bimbar. Angkot warna merah itu langsung banting stir ke kanan. Ia berbelok dengan kecepatan tinggi.

Siti kaget. Rem depan ditarik kuat. Brak.. wanita yang sedang hamil delapan bulan itu terjatuh. Anaknya terhimpit sepeda motor. Bahu dan kakinya luka. Bocah laki-laki itu berteriak dan menangis sejadi-jadinya.

“Saya panik. Mobil itu (Bimbar) itu ngebut dan langsung belok,” ujar Siti.

Sopir Bimbar menghentikan mobilnya dan turun. Bukannya minta maaf, sopir yang namanya tidak diketahui itu malah marah. Hal ini membuat warga sekitar geram.

“Bukannya minta maaf malah dia (supir) yang ngamuk,” kesal Baharuddin, saksi kejadian.

Warga berusaha menengahi keributan tersebut. Namun supir tersebut malah menantang untuk berkelahi.

Kecelakaan di jalan akibat oknum supir angkot bukan kali pertamanya. Kamis (25/10) lalu, kecelakaan beruntun terjadi di jalan Brigjend Katamso tepat depan SMP N 9 Batam, Tanjunguncang.

Hal ini disebabkan angkot Bimbar mengerem mendadak. Tiga unit sepeda motor terlibat dalam tabrakan beruntun ini.

Kejadian berawal saat mobil Bimbar dan tiga unit sepeda motor yang terlibat kecelakaan sama-sama melaju dari Simpang Fanindo menuju Simpang Basecamp.

Tidak ada korban jiwa. Namun pengendara kendaraan roda dua yang menjadi korban luka-luka.

“Ada yang bibirnya pecah. Yang satu patah tangan dan satunya pingsan,” cerita Ali, salah seorang saksi pada pewarta.

Sopir yang melaju kendaraannya dengan ngebut itu tiba-tiba banting stir ke kiri dan mengerem mendadak. Para korban pun dilarikan ke klinik terdekat.”Dia mau turunkam penumpang,” sebutnya.

Masyarakat berharap, Satlantas Polresta Barelang dan Dishub Kota Batam melakukan menindak dan menertibkan angkot yang suka ugal-ugalan. Hal ini untuk meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas.

“Inilah akibat kalau tidak punya atau SIM nembak. Bawa angkot suka-suka hati,” kesalnya.